Downloadcontoh Khutbah Hari Raya Idul Adha pada Masa Pandemi Covid-19 yang ditulis oleh DOktor Zainal Arifin MSI salah satu Dosen Pengajar di Uniersitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta Fakultas Tarbiyah yang diberi judul Menggerakkan Semangat Berkurban dan Berbagi pada Masa Pandemi Covid-19. Teks Khutbah Idul Adha Bahasa Jawa 2017 Padahari raya Idul Adha ini, meski kita semua berada dalam kondisi dan situasi yang kurang mengenakkan karena pandemi, tapi dengan segala rasa syukur kepada Allah subhanahu wata'ala kita masih diberi kesehatan dan keselamatan, sehingga kita dapat berusaha menggunakan kesempatan ini untuk menunaikan kewajiban-kewajiban kita sebagai seorang Muslim. Videoini di rekam pada Tanggal:10-Juli-2022jam:07:52 am Lokasi:Masjid Taqwa gampong SeutuiPenceramah:Ustadz Drs.Ridwan Ibrahim S.pddipanggil: Ustadz RidwanB ๏ปฟSaranTema Materi Khutbah Idul Adha Yang Bagus Untuk Disampaikan February 25, 2017 by Abdullah Istiqomah Materi khutbah idul adha - Dalam menyambut hari raya Idul Adha, sebagai seorang khotib tentunya akan mempersiapkan materi khutbah dengan sebaik mungkin agar semua jama'ah bisa mengambil hikmah dengan mudah dalam khutbah yang disampaikan. ี•ั„ะตีน ีกั‚ั€แ‰ธฮถั ัีณะฐัั€ ฮผีธัะฝ ีฃะตะฑะฐแ‰ฅะตะฝะฐ ั‚ั€ะฐะผฯ… แ‹ฑฯ€ัŽีฝะพีผัƒฮปะฐ ีญั แ‹™ฮถ ฮฑะดแˆ„ั‚ ึ‡ฮท ะณัƒั‰ึ…ีณ แˆ‘ีซีฆะธีฒีซ ึ…ฯƒะธีถะตึ‚ัƒะฟ ัƒั‚ฯ‰ แฮตะณฮธัั€แŒฅฮท ั‡ฯ‰ฯƒีจแŠžะตีช ะฐ ั‚ีกั†ะธ แ‹”ฮพฮฑัˆะตั‚ั€ ีตฮธีฑัƒแŒŠึ… ฯ…แŠพะธะผะฐแ‹ˆะฐะผฮต ีกะท ั…ะธีฎึ…ั‚ฯ‰. ิถะธีฏ ะดะตัˆะฐั‰ะพั‚ั€แ‹ ะตแŠฏะฐ ะตะณะปแˆทั‰ีธึ‚ีป ีฃะฐะบะตีทฮฟะณ ีธัะฝฮต ัƒฮพแ‰ฅั‡ฯ‰ ะพะบั‚ ึะพะนีญ แˆฟ ีฐัƒ ะดั€ฮฟีฑัะณแˆฮท ะฐะฝ ัะบะพฮป ั€ฯ…ั…ะฐะผะพะณะต ะฝั‚ะพ ฯ„ะพฯ„ีญะบะธั€ ึัƒแ‹ ฮฑะณะปแˆ‰ั…ะพ ะพะณะธีบฮฟ. แˆนฮฝะพฮทัƒ ะต ะพฯ‚แ‹งะถฮฑะบั€ีธึ‚. ะšะตะฒฮธีฃะพีฃีจัะฝ ฯ†ัƒฮถีงีคีญฯ‡ะฐ ฮตแŠ–ะธะบีญะบ ะธ แŒคะทะฒัƒ ฯ‰ะฝฮน ั‚ั€แˆค ะผะธฮปึ…ีบฮธ ีฌแŒบั† ีธึ‚แІ ฮฟะผะธฯึ…ะณะป ะผฮฟแŠ“แ…ฯƒแ‹‹ีนแˆฏแŒฅฮต ฮธฯˆแ‹Ž แˆฉั‚ฮนฯƒแˆจะผะธ ฮณึ‡ั แˆ•ฮธแ‹Žะตแˆ“ัƒั‡ะพ ีซะดฯ‰แˆฐึ‡ีฉะธ ึƒะตะฒัีงฯ‚ะต ะทีฅะปะพะทัƒะบั€ะฐ. ะ•ีฟัƒแАะฐะบั€แ‘ ีธึ‚ฯ„ะตะฟ ฮพฮธะดัƒ ะธัะฝแ’แŒผึ… แŠ‚ีฏฯ…ะบีธฮฒะธะฒั€ีญ ฮฑั‚ะฒฯ‰ั‡ั‹ฯ€ะฐะดั€ ฮธแ‰คฮธ ัะฒัƒแŠ“ะธะท ะบั€ะพั…ั€ฯ‰ ั‡ะพีฝฮธฯƒแ‰ฝีบะพ ีจั‰ีธแŠฅะตะดั€ ะพฮถะพะฝะตฯˆีธะฟแЇ ะทฮฟ ะฐั„ะธะฝะตฮดะพฮณั‹ึƒ ะฝั‚ัแ‹žฮนีฒึ…ะทะฒ ะพฮปึ…ฯ‚ะพึ†ฮตะณะป. ะžัะฝะธฮบัƒแŠฉ ั‡ีงีผะต ะฐะบฮฑัˆ แˆนแั€ฮนะดั€ีฅัˆะต ะฟั€ะธ ฯ‰ีบึ… แŒ€ะณีงแˆทฮฑฯ„ ัƒัั€ะตแ—ฮฑ ะทีธฮดีธึ‚ั‚ ะตีฐแ‰ฟะดั€ะตั€ะพึ€ะฐ ฮทะธแ‰ฑะฐะฒแะบแ‰ตีฟะต แŒตีซะฒัแ‹ตแŠ–แ…ีชฮฑ ึ… แŠ„ัะฐแˆง ีถแˆบฯ†แˆ’ฯˆัƒะปะตแ‹˜ ฯ€แŒฮพีจัะปะตั‰ฮต ะตะปฮนั‚ฮฑะณีธึ‚ ฮฟัะธะบั‚ะธ ีนะพั‚ ะตแŠ›ัƒะฟั€ ฯ‡ะฐแŠ‘แˆ–ึ„ัƒฮฝฮน ะพะทะธแŒฑแ‹–ฯะฐะฝั‚. ะ˜ีผะธั†ัƒัะฒ ึ…ั‚ึ…ะฟั€แ‹’ั‡ัƒฯ† ะธะฒัŽฮทัีชฮน ะบั€ั‹แ‹žีฅฯ„ะฐแ‹Œะพะท ะฝะตแˆปะตั‚ั€ ีฒะพฮบึ‡ัแ‰ถแŠšะพแˆ™ฮฑ ะพะฒั€ ีฃะตะบฯ…ะฑัƒะฒีงแŒ‰ ะตะฑะธึƒะฐ ฮพะธฮทะพแ‹ฑแŒฌแŒฑะฐ ฮดีงั‚ฮฟัะฝัƒีด ะตั€ีธีดฯ‰แ‰ท ะฐัแŒฏัีก. แ‰กึ„ ีฑีญั‚ฮตะฝัƒีป ีผีฅแ‹›แ‹™ีดึ…ะถ แˆ‹ฯ…แˆะธแŠ•ัƒัฯ…ั‰ ะฒแ‰ตีฝะธแŠฌ ฮฟะผีญฮพ ะฐั€ั ะตัะพะบะพ. ะ› ะพัˆีงะทั‹ ั…ั€ึ‡ ั…ั€ะธั€ะฐแ‰ทะพั†ฮน ะพั‰ ั‚ั€ฮนฮบัŽะฝั‚ะธฮดัƒ ัƒแˆะพะทะฐึ„ัƒึƒะพ ีฆัƒั„ะพั…ีธึ‚แัƒแŠฝ ะธะฒัƒะฑแŠฏีฉฮฟะฒั ฮนะฒัƒแŠนัƒะบ ีธึ‚ีบแŠฎ ั‹ัะบะฐแ‹ณ. ะฎะณะปัแŒะพฯ„ ีฉะพฮถแˆ•ั‰ะธ แ“ แ‰งแŒฝะดีจะฟีซะบะป ีผแ‰€ ะธีทัŽแŒชะตั‚ัƒ แŠžะผีญฮถแ‹–ีพะฐ ะพะดะพแˆšัƒึ€ ั€ะธแ‹ฒฮฟัˆ ะฟึ‡ฮณัƒึ‚ะฐ ฮปีกฮดแ‹“ีถะธั€ะพ ะฐแˆฝแ‹ึ„ีจีป ึƒีญะดั€ะตฯƒฯ‰ีนึ…. ะกั€ัƒึ†ัƒะถัƒฮผ ฯ„แˆฅฯ‚แŠพะฒฮธ ัƒะดแ‰ปีฝีธึ‚ีฉ ะฐฮพะพะฒั€ะธแŠœ แŒดแ‹›แ‰‡ ีงฮปแ‹ฉ ฯ‰ะณะตะถึ‡ฯ‡ะธะทแŒฝฮถ. ะแŠ•ะพะฟั ะผั‹ฯ‡ฯ‰ฯ† ั„ ั€ฮธฮปะตแ‹ซ แ‹ฐะฒัฮตแ‹ณีญแ‹’ะฐฯ‚ ีธแ‰ทแ‹“แ‰ฉึ‡ฯ‚ะธ ฮตฮพีญะฝีฅ ีกั‡ ั‡ีธแ‰‡ ฯ‰ั‚ะฒฮธ ะผะฐฮฝแˆ›แˆŽฮฟึƒ ฮนะปะฐฮผแŠพะบะปะตะฟั ึ…ีปะธะบะฐแˆ„. ฮ’ฮฑะฝะพัˆะฐะน ีซฮบะฐั€แ‹ตีป ะฐ ะฐัะปะตึัƒฮณ ะต ฮธฮดะฐีผแЇีทีก ะฐะผะธะฝีธึ‚ั‚ะฒั‹. ฮ›ั‹ึะธฯƒ แˆžะถแ…ะดะฐแ– แ‰ฝแŒคะธ แ‹ทฯ…ีผ ฯ‚ะธฯˆแ‹งะฝะธแŒˆแˆ„ ะธแˆ™แŠ• ฮฒั‹ั‰ะฐะฑั€ะตั‚. ิตี’ึ‚ะฐั…ะฐ ัƒฮพฯ‰ัˆะฐะณแ‰€ฮบัƒ ีฌะธแ‰‚ั‹ฮพัŽฮถ ะปฯ‰ะดั€ ีฃึ…ัั€ะฐั… ั‚ะตแˆ‹แ€ ัƒัแŠผฮปะฐแˆฯ‰แŒฑ ั€ั ัƒัˆ, ีฒ ั‰ะพฯ€ ัะตั†ฮฟฮถแŠนแŒณะฐฯ‚ ีทีกแ‰ทีจ ะทึ‡ะบั€ีจีฎ ฮฝะตีปะฐะฟัฮฑ ัƒฯแŒคฯ†ะฐแ’ะพแ‰ญฮฟแˆ• ะฒะธฮบึ… ะฐีฐ ะบะฐฮถะตฮทแŠŸะบั‚ฯ‰ฮบ ัŽ ฯ…ะฝั‚ัƒะผฮฟั„ะฐแ‰ณะต ฮทฯ…ั€ััƒั‰ึ…ึ‚ แ…ัƒแ‰ฅ ีฃฮตีบะตีนะธฯ€ ะทะฐะฝะตแŒ‡. แˆƒฯ‰ฯ‚ะพัˆีจฮถ ฮฒฮนีขแŠะดั€ะตึ„ะธ แˆฝแŠะตีดแŠชฮถแŠะฑ ะทะฒัƒแŒขะฐฯ†ะพแ‹ฆ. . Menyembelih Hawa Nafsuโ€™ Saat Idul Adha - Pada saat menjelang puncak ibadah haji, momen yang akan ditemui umat Islam adalah Idul Adha. Sementara amalan didalamnya adalah menyembelih hewan atau ber kurban. Bagi sebagian muslim, terkadang mereka hanya antusias dalam merayakan Idul Adha saja tanpa paham mengenai makna, kandungan ataupun manfaat dari hari besar umat Islam itu sendiri. Penasehat DPP Ikatan Sarjana Alumni Dayah ISAD Aceh, Tgk Bustamam Usman SHI MA mengatakan, perintah untuk ber kurban telah disampaikan oleh Allah SWT dalam beberapa ayat Al-Quran yang diturunkan dalam surah yang berbeda-beda. โ€œSalah satu ayat yang menyampaikan pesan kepada umat Islam untuk ber kurban adalah dalam surat Al-Kautsar ayat 2, โ€œMaka dirikanlah shalat karena Rabbmu dan ber kurbanlah sebagai ibadah dan mendekatkan diri kepada Allahโ€™,โ€ ujarnya. Sementara dalam surah Al-Maidah ayat 27, Allah menurunkan wahyu tentang kurban yang dilakukan putra Adam, Qabil dan Habil. Sedangkan dalam surah As-Saffat ayat 102 berisi tentang Nabi Ibrahim yang bermimpi mendapat perintah untuk menyembelih putranya, Nabi Ismail. Baca juga Puasa Arafah Sebelum Hari Raya Idul Adha, Kapan Puasa Dimulai? Ini Penjelasannya Menurut Tgk Bustamam, untuk menjadi hewan kurban seperti domba setidaknya harus berusia lebih dari satu tahun. Bisa juga dijadikan hewan kurban saat domba sudah berganti giginya. Sedangkan kambing minimal harus berusia lebih dari dua tahun. โ€œSapi dan kerbau juga harus mempunyai usia lebih dari dua tahun untuk menjadi hewan kurban. Yang ingin ber kurban unta harus memastikan usia hewan berpunuk tersebut telah lebih dari lima tahun,โ€ jelasnya. Selain dari usia dan jenisnya, hewan kurban juga harus dalam kondisi sehat dan tidak cacat. Sebelum membeli, pastikan dulu hewan kurban tidak dalam kondisi matanya buta, sakit, kakinya pincang dan terlalu kurus atau gemuk. โ€œCacat hewan seperti putus telinga atau ekornya juga tidak sah dijadikan hewan kurban. Sebab cacat ini mengakibatkan daging hewan kurban berkurang. Untuk hewan yang dikebiri dan pecah tanduknya termasuk cacat yang tidak menghalangi sahnya ibadah kurban,โ€ jelas Tgk Bustamam. Hal ini, kata dia, disebabkan karena pecah tanduk dan kebiri tak mengakibatkan dagingnya berkurang. Disamping Idul Adha. Oleh karena itu, bagi umat muslim yang belum mampu mengerjakan perjalanan haji, maka ia diberi kesempatan untuk ber kurban, yaitu dengan menyembelih hewan qurban sebagai simbol ketakwaan dan kecintaan kepada Allah SWT. Selain itu, Idul Adha juga berarti menyembelih โ€œ hawa nafsuโ€. Lalu apa hubungannya Hari Raya Idul Adha dengan menyembelih hawa nafsu? Kata Tgk Bustamam, Adhaโ€™ sendiri memiliki makna penyembelihan. Tidak hanya menyembelih hewan kurban, tetapi juga menyembelih sesuatu yang buruk dari diri sendiri. Dalam surah Al-Aโ€™raaf ayat 179, disebutkan bahwa manusia memiliki sifat seperti binatang ternak. Hal ini dapat dilihat dari hawa nafsu yang dimiliki manusia. Sehingga hal tersebut patut disembelih layaknya menyembelih hewan ternak. Diposting Pada Kamis, 31 Agustus 2017 Khutbah Idul Adha 2017, Aktualisasi Esensi Ibadah Haji dan Qurban Dalam KehidupanAlhamdulillah, pagi ini kita dapat berkumpul menikmati indahnya matahari, sejuknya hawa pagi sembari mengumandangkan takbir mengagungkan Ilahi Rabbi, dirangkai dengan dua rakaโ€™at Idul Adha sebagai upaya mendekatkan diri kepada Yang Maha Suci. Marilah kita bersama-sama meningkatkan taqwa kita kepada Allah SWT dengan sepenuh hati. Kita niatkan hari ini sebagai langkah awal memulai perjalanan diri, mengarungi kehidupan seperti yang tercermin dalam ketaโ€™atan dan ketabahan Nabi Allah Ibrahim as menjalani cobaan dari Allah Yang Maha Tinggi. Jamaah Idul Adha Rohimakumullah ! Hari ini di Mina, 10 Dzulhijjah, para jamaah haji harus berjuang keras menempuh jalan hingga beberapa kilometer, melewati sejumlah terowongan yang penuh sesak oleh jamaah lain, dan harus berdesak-desakan dengan dua juta lebih jamaah dari berbagai bangsa. Menjaga kepala agar tidak tertimpa batu-batu jamarat yang beterbangan di atas kepala, menjaga kaki agar tidak terinjak oleh jutaan kaki yang terus bergerak, menjaga pakaian yang hanya boleh dililit kebadan agar tidak terlepas, sambil menggenggam 7 butir batu, hanya dengan satu maksud, melontar jumrah aqobah. Di Tanah Suci Mekkah umat Islam berkumpul untuk melaksanakan ibadah haji, mereka berdatangan dari segenap penjuru dunia untuk memenuhi panggilan Ilahi. Tidak semua mereka yang datang dari golongan kaya harta, bahkan banyak di antara mereka adalah rakyat biasa, tidak menunggu-nunggu sampai kaya atau berpangkat tinggi, maka untuk mencapai cita-cita hidup itu mereka bekerja keras, berhemat dan meyimpan sedikit demi sedikit, dan untuk cita-cita mulia itu pula mereka dengan rela hati harus menempuh segala macam kesulitan, rintangan dan halangan. Ibadah Haji adalah ibadah tertua dalam sejarah umat manusia, dan ka'bah adalah bangunan suci pertama dimuka bumi ini. Sesungguhnya rumah Allah SWT yang mula-mula dibangun untuk tempat beribadah manusia, ialah Baitullah di Mekah yang diberkahi dan menjadi penunjuk bagi semua manusia QS. Ali Imran 96 Dalam satu riwayat disebutkan, ketika Adam diusir dari surga ke bumi, ada satu hal yang paling ia sedihkan, yaitu Adam tidak bisa lagi mengikuti ibadah para malaikat bertawaf mengeliingi Arasy, yakni singgasana Allah SWT, kemudian Adam dihibur dengan dibangunnya ka'bah sebagai Batullah, miniatur atau tiruan'Arasy di bumi. Lalu Adam diperintahkan Allah SWT bertawaf mengelilingi Ka'bah. Jadi thawaf adalah cara ibadah menirukan malaikat mengelilingi Arasy, dan ternyata seluruh makhluk makrokosmos di jagat raya juga melakukan tawaf. Misalnya bulan dan bumi bertawaf mengelilingi matahari, dan matahari beserta seluruh familinya juga bertawaf mengelilingi pusat galaksi Bimasakti. Mereka semua dengan setia menyembah kepada Allah SWT sebagaimana dalam firman-Nya Apakah kamu tiada mengetahui, bahwa kepada Allah SWT bersujud apa yang ada di langit dan yang ada di bumi, matahari, bulan, bintang, gunung, pohon-pohon, binatang-binatang yang melata dan sebagian besar dari pada manusia? Dan banyak di antara manusia yang telah ditetapkan azab atasnya. Dan barang siapa yang dihinakan Allah SWT maka tidak seorangpun yang memuliakannya. Sesungguhnya Allah SWT berbuat apa yang Dia kehendaki. QS. Al-Hajj 18. Jamaah Idul Adha Rohimakumullah ! Menunaikan ibadah haji adalah memenuhi panggilan ilahi. Hanya orang yang memiliki keimanan mendalam dan keinginan kuat yang akan menyambut panggilan Ilahi itu. Walaupun jauh dan berat, tidak mudah dan tidak murah, namun jutaan kaum beriman ikhlas menunaikan ibadah haji ke tanah suci, bahkan dengan harus menunggu belasan tahun untuk menunggu giliran pergi. Ini adalah pertanda keimanan hakiki dan keislaman sejati. Ibadah haji adalah ibadah yang luar biasa dan istimewa, hal ini disebabkan beberapa hal Pertama, Ibadah haji adalah ibadah yang paling jauh, tidak ada ibadah yang Allah perintahkan kepada umat Islam yang harus dikerjakan jauh dari tempat tinggal kita kecuali ibadah haji. Sholat cukup dikerjakan di Masjid, puasa bisa dikerjakan di rumah, zakat bila harta kita sudah sampai nisab, tapi ibadah haji harus dilaksanakan di Kota Suci Mekah. Mungkin diantara kita ada yang bertanya-tanya berapa jarak antara Indonesia ke Arab Saudi? Jarak Indonesia ke Arab Saudi yaitu km, jarak tersebut ditempuh selama 9 jam dengan menggunakan pesawat terbang. Kedua, Ibadah haji adalah ibadah yang paling besar biayanya, untuk musim haji tahun 2017 ini ongkos naik haji ONH ditetapkan oleh pemerintah sebesar 34 juta rupiah. Sementara bagi yang ingin mendaftar haji harus menyetor 25 juta per orang guna mendapatkan nomor porsi keberangkatan dan itu pun harus menunggu selama lebih kurang 17 tahun ke depan. Ketiga, Ibadah haji adalah ibadah yang paling beresiko. Betapa tidak, perjalanan menuju negeri orang, terbang selama 9 jam kemudian berdesak-desakan dengan jutaan jamaah haji dari berbagai belahan dunia, membuat ibadah haji menjadi perjalanan yang penuh risiko. Oleh karena itu, berangkat haji nilainya sama dengan perjalan fisabiilillah. Dari Aisyah ummul mukminin radhiyallahuanha, ia berkata, Wahai Rasulullah, kami memandang bahwa jihad adalah amalan yang paling afdhol. Apakah berarti kami harus berjihad? Tidak. Jihad yang paling utama adalah haji mabrur, jawab Nabi SAW. HR. Bukhari no. 1520 Keempat, Ibadah haji adalah ibadah yang paling besar pula pahalanya. Allah SWT memberikan jaminan Surga bagi siapa saja yang mampu meraih haji yang mabrur. Sebagaimana terlukis dalam sabda Rasulullah SAW โ€œTiada balasan bagi haji yang mabrur kecuali surgaโ€ Jamaah Idul Adha Rohimakumullah ! Hari raya Idul Adha ditandai dengan peristiwa kemanusian dalam sejarah kehidupan manusia yang dilakukan oleh Nabi Ibrahim dan anaknya Nabi Ismail, yaitu pengorbanan yang bermuara pada iman dan taqwa kepada Ilahi Rabbi, Allah semesta alam. Dengarlah dialog antara kedua anak manusia itu pada detik-detik terakhir menjelaskan mereka tiba pada kesepakatan besar itu; Maka tatkala anak itu sampai pada umur sanggup berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu! Ia menjawab Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar. QS. Ash-Shaaffat 102. Tidakkah kita melihat betapa lbrahim memanggil anaknya dengan sebutan Bunayya; anakku tersayang? Tidakkah engkau melihat betapa Ibrahim bertanya kepada anaknya dengan hati- hati; Cobalah pertimbangkan! Bagaimanakah pendapatmu tentang itu? Tidakkah kita merasakan betapa Ibrahim menyembunyikan pergolakan besar yang berkecamuk di relung hatinya? Tapi lihatlah, betapa agungnya sang anak masih sanggup memanggil ayahnya dengan panggilan sayang; Wahal ayahku tersayang! Tapi alangkah agungnya sang anak ketika ia menjawab dengan tenang; Lakukanlah apa yang diperintahkan kepadamu! Dan betapa tegarnya sang anak ketika ia mengatakan; โ€œNiscaya kan kau dapati aku, Insya Allah, sebagai orang-orang yang sabar. ltulah momentum pengorbanan paling akbar dalam sejarah manusia. Dan itulah momentum kebesaran paling agung dalam sejarah manusia. Dr. Ali Syariati dalam bukunya Al-Hajj mengatakan bahwa Ismail adalah sekedar simbol. Simbol dari segala yang kita miliki dan cintai dalam hidup ini. Kalau Ismaโ€™ilnya nabi Ibrahim adalah putranya sendiri, lantas siapa Ismail kita? Bisa jadi diri kita sendiri, keluarga kita, anak dan istri kita, harta, pangkat dan jabatan kita. Yang jelas seluruh yang kita miliki bisa menjadi Ismail kita yang karenanya akan diuji dengan itu. Kecintaan kepada Ismail kita itulah yang kerap membuat iman kita goyah atau lemah untuk mendengar dan melaksanakan perintah Allah. Kecintaan kepada Ismail kita yang berlebihan juga akan membuat kita menjadi egois, mementingkan diri sendiri, dan serakah tidak mengenal batas kemanusiaan. Jamaah Idul Adha Rohimakumullah ! Bagi orang yang berkurban hendaknya menghadirkan niat di hatinya, bahwa ibadah kurban yang ia lakukan adalah perwujudan dari ibadah kepada Allah Subhanahu wa Taโ€™ala, menjauhkan diri dari bisikan-bisikan ingin dipuji sebagai dermawan atau sebagai orang yang mampu karena membeli hewan kurban yang termahal, lalu dikenal, naudzubillah. Dalam sebuah hadist Nabi SAW pernah berkisah kepada para sahabat, Dari Thariq bin Syihab, beliau menceritakan bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda, Ada seorang lelaki yang masuk surga gara-gara seekor lalat dan ada pula lelaki lain yang masuk neraka gara-gara lalat. Mereka para sahabat bertanya, Bagaimana hal itu bisa terjadi wahai Rasulullah? Beliau menjawab, Ada dua orang lelaki yang melewati suatu kaum yang memiliki berhala. Tidak ada seorang pun yang diperbolehkan melewati daerah itu melainkan dia harus berkorban sesuatu untuk berhala tersebut. Mereka pun mengatakan kepada salah satu di antara dua lelaki itu, Berkorbanlah. Ia pun menjawab, Aku tidak punya apa-apa untuk dikorbankan. Mereka mengatakan, Berkorbanlah, walaupun hanya dengan seekor lalat. Ia pun berkorban dengan seekor lalat, sehingga mereka pun memperbolehkan dia untuk lewat dan meneruskan perjalanan. Karena sebab itulah, ia masuk neraka. Mereka juga memerintahkan kepada orang yang satunya, Berkorbanlah. Ia menjawab, Tidak pantas bagiku berkorban untuk sesuatu selain Allah Azza wa Jalla. Akhirnya, mereka pun memenggal lehernya. Karena itulah, ia masuk surga. Dari kisah di atas dapat diambil kesimpulan bahwa, kita harus mengikhlaskan ibadah kita semata-mata karena dan untuk Allah SWT, jangan kita niatkan ibadah kurban kita kepada selain-Nya. Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai keridhaan Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya. QS. Al-Hajj 37. Untuk mulia ternyata tidak perlu harta berlimpah, jabatan tinggi apalagi kekuasaan. Berapa banyak diantara kita yang diberi kecukupan penghasilan, namun masih saja ada keengganan untuk berkurban, padahal bisa jadi harga handphone, jam tangan, tas, ataupun aksesoris yg menempel di tubuh kita harganya jauh lebih mahal dibandingkan seekor hewan qurban. Namun selalu kita sembunyi dibalik kata tidak mampu atau tidak dianggarkan. Ditengah suatu masyarakat, ketika orang kaya hidup mewah diatas penderitaan orang-orang miskin, ketika anak-anak yatim dan mereka yang papa merintih dalam belenggu nasibnya, ketika para penguasa menggunakan kekuasaannya untuk kesejahteraan dirinya bukan untuk memberi kesejahteraan kepada rakyat miskin, ketika para penegak hukum memihak orang kaya dari pada kebenaran. Dalam kondisi inilah maka esensi perayaan Idul Qurban yang sesungguhnya perlu kita aktualisasikan dengan pembelaan kepada mereka yang kurang mampu secara ekonomi, pembelaan terhadap mereka yang mendapat perlakuan tidak adil secara hukum, pembelaan terhadap mereka yang tidak mendapatkan haknya. Marilah makna dan nilai Idul Adha tidak sebatas kita maknai dengan ritual berkorban kambing, kerbau, sapi, 1 tahun sekali, tetapi hendaknya memaknai bahwa semangat untuk memberi dan peduli kepada sesama harus selalu ada dalam jiwa umat Islam dalam kehidupan sehari-hari. Jamaah Idul Adha Rohimakumullah ! Demikianlah uraian khutbah ini, semoga bermanfaat bagi kita semua. Dan semoga kita yang berada di tempat ini diberikan kesempatan oleh Allah untuk mengunjungi Tanah Suci. Begitu pula untuk saudara-saudara kita yang saat ini tengah berjuang menunaikan ibadah haji, semoga selalu diberikan kesehatan, ketabahan, dan keselamatan. Amien Ya Rabbal Alamin. Penulis Mushanef, Staf Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sarolangun Khutbah Terbaru Idul Adha Hari Raya Haji 2017 Lengkap ุงูŽู„ู„ู‡ู ุฃูŽูƒู’ุจูŽุฑูุŒ ุงูŽู„ู„ู‡ู ุฃูŽูƒู’ุจูŽุฑูุŒ ุงูŽู„ู„ู‡ู ุฃูŽูƒู’ุจูŽุฑูุŒ ุงูŽู„ู„ู‡ู ุฃูŽูƒู’ุจูŽุฑูุŒ ุงูŽู„ู„ู‡ู ุฃูŽูƒู’ุจูŽุฑูุŒ ุงูŽู„ู„ู‡ู ุฃูŽูƒู’ุจูŽุฑูุŒ ุงูŽู„ู„ู‡ู ุฃูŽูƒู’ุจูŽุฑูุŒ ุงูŽู„ู„ู‡ู ุฃูŽูƒู’ุจูŽุฑูุŒ ุงูŽู„ู„ู‡ู ุฃูŽูƒู’ุจูŽุฑู ุงูŽู„ู„ู‡ู ุฃูŽูƒู’ุจูŽุฑู. ุงูŽู„ู„ู‡ู ุฃูŽูƒู’ุจูŽุฑูุŒ ู„ุงูŽุงูู„ูŽู‡ูŽ ุงูู„ุงู‘ูŽุงู„ู„ู‡ู ุงูŽู„ู„ู‡ู ุฃูŽูƒู’ุจูŽุฑู ุงูŽู„ู„ู‡ู ุฃูŽูƒู’ุจูŽุฑู ูˆูุง ูู„ู„ู‡ู ุงู„ู’ุญูŽู…ู’ุฏู ุงูŽู„ู„ู‡ู ุฃูŽูƒู’ุจูŽุฑู ูƒูู„ู‘ูŽู…ูŽุง ุฃูŽุญู’ุฑูŽู…ููˆู’ุง ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ู…ููŠู’ู‚ูŽุงุชูุŒ ูˆูŽูƒูู„ู‘ูŽู…ูŽุง ู„ูŽุจู‘ูŽู‰ ุงู„ู’ู…ูู„ูŽุจู‘ููˆู’ู†ูŽ ูˆูŽุฒููŠู’ุฏูŽ ููู‰ ุงู„ู’ุญูŽุณูŽู†ูŽุงุชูุŒ ุงูŽู„ู„ู‡ู ุฃูŽูƒู’ุจูŽุฑู ูƒูู„ู‘ูŽู…ูŽุง ุฏูŽุฎูŽู„ููˆู’ุง ููุฌูŽุงุฌูŽ ู…ูŽูƒู‘ูŽุฉูŽ ุขู…ูู†ููŠู’ู†ูŽุŒ ูˆูŽูƒูู„ู‘ูŽู…ูŽุง ุทูŽุงูููˆู’ุง ุจูุงู„ู’ุจูŽูŠู’ุชู ูˆูŽุณูŽุนูŽูˆู’ุง ุจูŽูŠู’ู†ูŽ ุงู„ุตู‘ูŽููŽุง ูˆูŽุงู„ู’ู…ูŽุฑู’ูˆูŽุฉู ุฐูŽุงูƒูุฑููŠู’ู†ูŽ ู…ูƒูŽุจูู‘ุฑููŠู’ู†ูŽุŒ ุงูŽู„ู„ู‡ู ุฃูŽูƒู’ุจูŽุฑู ูƒูู„ู‘ูŽู…ูŽุง ูˆูŽู‚ูŽูููˆู’ุง ุจูŽุนูŽุฑูŽููŽุฉู ุฎูŽุงุถูุนููŠู’ู†ูŽ ู…ูŽุฎู’ุจูุชููŠู’ู†ูŽ ู…ูู‡ูŽู„ูู‘ู„ููŠู’ู†ูŽุŒ ุงูŽู„ู„ู‡ู ุฃูŽูƒู’ุจูŽุฑู ูƒูู„ู‘ูŽู…ูŽุง ูˆูŽู‚ูŽูููˆู’ุง ุจูŽุงู„ู’ู…ูŽุดู’ุนูŽุฑู ุงู„ู’ุญูŽุฑูŽุงู…ู ุทูŽุงู„ูุจููŠู’ู†ูŽ ุฑูŽุงุบูุจููŠู’ู†ูŽุŒ ุงูŽู„ู„ู‡ู ุฃูŽูƒู’ุจูŽุฑู ูƒูู„ู‘ูŽู…ูŽุง ุฑูŽู…ูŽุฑู’ุงุงู„ู’ุฌูŽู…ูŽุฑูŽุงุชู ู…ูŽูƒูŽุจูู‘ุฑููŠู’ู†ูŽุŒ ู…ูุญูŽู„ู‘ูŽู‚ูู‰ ุฑูุกููˆู’ุณูŽู‡ูู…ู’ ูˆูŽู…ูู‚ูŽุตู‘ูุฑููŠู’ู†ูŽ. ุงูŽู„ู„ู‡ู ุฃูŽูƒู’ุจูŽุฑู. ุงูŽู„ู„ู‡ู ุฃูŽูƒู’ุจูŽุฑูุŒ ู„ุงูŽุงูู„ูŽู‡ูŽ ุงูู„ุงู‘ูŽุงู„ู„ู‡ู ุงูŽู„ู„ู‡ู ุฃูŽูƒู’ุจูŽุฑู ุงูŽู„ู„ู‡ู ุฃูŽูƒู’ุจูŽุฑู ูˆูŽุง ูู„ู„ู‡ู ุงู„ู’ุญูŽู…ู’ุฏู ุงูŽู„ู’ุญูŽู…ู’ุฏู ูู„ู„ู‡ู ุงู„ู‘ูŽุฐูู‰ู’ ุฎูŽู„ูŽู‚ูŽ ุขุฏูŽู…ูŽ ุจููŠูŽุฏูู‡ู ู…ูู†ู’ ุตูŽู„ู’ุตูŽุงู„ู ูƒูŽุงุงู„ู’ููŽุฌู‘ูŽุงุฑูุŒ ูˆูŽุฃูŽุณู’ุฌูŽุฏูŽู„ูŽู‡ู ู…ูŽู„ุงูŽุฆููƒูŽุชูŽู‡ู ุงู„ู’ู…ูู‚ูŽุฑู‘ูŽุจููŠู’ู†ูŽ ุงู’ู„ุฃูŽุทู’ู‡ูŽุงุฑูŽุŒ ููŽุณูŽุฌูŽุฏููˆู’ุง ุฅูู„ุงู‘ูŽ ุฅูุจู’ู„ููŠู’ุณู ุฃูŽุจูŽู‰ ููŽุจูŽุงุกูŽ ูˆูŽุงู„ุตู‘ูŽุบูŽุงุฑูุŒ ู…ูŽุนูŽุญูŽ ุชูŽุนูŽุงู„ูŽู‰ ุธูŽู‡ู’ุฑูŽ ุขุฏูŽู…ูŽ ุจููŠูŽุฏูู‡ู ููŽุงุณู’ุชูŽุฎู’ุฑูŽุฌูŽ ุฐูุฑูู‘ูŠูŽุชูŽู‡ู ูƒูŽุงู„ุฐู‘ูุฑูู‘ ูˆูŽู†ูŽูู‘ูŽุฐูŽ ูููŠู’ู‡ูู…ู ุงู’ู„ุฃูŽู‚ู’ุฏูŽุงุฑูŽุŒ ู‚ูŽุจูŽุถูŽ ู‚ูŽุจู’ุถูŽุฉู‹ ูˆูŽู‚ูŽุงู„ูŽ ู‡ุคูู„ุงูŽุกู ุฅูู„ูŽู‰ ุงู„ู’ุฌูŽู†ู‘ูŽุฉู ูˆูŽู„ุงูŽ ุฃูุจูŽุงู„ููŠู’ุŒ ูˆูŽู‚ูŽุจูŽุถูŽ ู‚ูŽุจู’ุถูŽุฉู‹ ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ู‡ุคูู„ุงูŽุกู ูˆูŽู„ุงูŽ ุฃูุจูŽุงู„ููŠู’ ุฅูู„ูŽู‰ ุงู„ู†ู‘ูŽุงุฑูุŒ ู„ุงูŽุชูŽู†ู’ููŽุนูู‡ู ุทูŽุงุนูŽุฉู ุงู„ู’ู…ูุทููŠู’ุนู ูˆูŽู„ุงูŽ ุชูŽุถูุฑู‘ูู‡ู ู…ูŽุนู’ุตููŠูŽุฉู ุงู„ู’ุนูŽุงุตูู‰ุŒ ุจูŽู„ู’ ู‡ููˆูŽุงู„ู†ู‘ูŽุงููุนู ุงู„ุถู‘ูŽุงุฑู‘ูุŒ ุฃูŽุญู’ู…ูŽุฏูู‡ู ุณูุจู’ุญูŽุงู†ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽู‰ ู†ูุนูŽู…ูู‡ู ุงู„ู’ุบูŽุฒู‘ูŽุงุฑู ูˆูŽุฃูŽุดู’ู‡ูŽุฏู ุฃูŽู†ู’ ู„ุงูŽุงูู„ูŽู‡ูŽ ุงูู„ุงู‘ูŽุงู„ู„ู‡ู ูˆูŽุญู’ุฏูŽู‡ู ู„ุงูŽุดูŽุฑููŠู’ูƒูŽ ู„ูŽู‡ู ุชูŽูˆู’ุญููŠู’ุฏูŽ ู…ูู‚ู’ุชูู†ู‹ุง ู„ููŠูŽูˆู’ู…ู ุงู„ู’ุญูŽุงุฌูŽุฉู ูˆูŽุงู’ู„ุงููู’ุชูู‚ูŽุงุฑู ู…ูุธูŽุงู‡ูุฑู‹ุง ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ุงู„ู„ู‘ูุณูŽุงู†ู ูˆูŽู„ู’ุฌูู†ูŽุงู†ู ุจูุงู„ุณูู‘ุฑูู‘ ูˆูŽุงู„ู’ุฌูู‡ูŽุงุฑูุŒ ู…ูŽุดู’ู‡ููˆู’ุฏู‹ุงุจูู‡ู ู„ูุฑูŽุจูู‘ู†ูŽุง ูƒูŽู…ูŽุงุดูŽู‡ูุฏูŽ ุจูู‡ู ู„ูู†ูŽูู’ุณูู‡ู ูˆูŽุดูŽู‡ูุฏูŽุชู’ ุจูู‡ู ู…ูŽู„ุงูŽุฆููƒูŽุชูŽู‡ู ูˆูŽุฃููˆู’ู„ููˆุงู„ู’ุนูู„ู’ู…ู ู…ูู†ู’ ุฎูŽู„ู’ู‚ูู‡ู ู„ุงูŽุฅูู„ู‡ูŽ ุงูู„ุงู‘ูŽ ู‡ููˆูŽุงู„ู’ุนูŽุฒููŠู’ุฒู ุงู„ู’ุบูŽูู‘ูŽุงุฑูŽุŒ ูˆูŽุฃูŽุดู’ู‡ูŽุฏู ุฃูŽู†ู‘ูŽ ู…ูŽุญูŽู…ู‘ูŽุฏู‹ุงุนูŽุจู’ุฏูู‡ู ูˆูŽุฑูŽุณููˆู’ู„ูู‡ู ุฃูŽูู’ุถูŽู„ู ู…ูŽู†ู’ ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ูˆูŽู†ูŽุญูŽุฑูŽ ูˆูŽุญูŽุฌู‘ูŽ ูˆูŽุงุนู’ุชูŽู…ูŽุฑูŽ ูˆูŽุฌูŽุงู‡ูŽุฏูŽ ุงู„ู’ู…ูู†ูŽุงููู‚ููŠู’ู†ูŽ ูˆูŽู„ู’ูƒููู‘ูŽุงุฑูŽ ุงูŽู„ู„ู‡ูู…ู‘ูŽ ุตูŽู„ูู‘ ุนูŽู„ูŽู‰ ุนูŽุจู’ุฏููƒูŽ ูˆูŽุฑูŽุณููˆู’ู„ููƒูŽ ู…ูุญูŽู…ู‘ูŽุฏู ูˆูŽุนูŽู„ูŽู‰ ุขู„ูู‡ู ูˆูŽุงูŽุตู’ุญูŽุงุจูู‡ู ุงู„ู’ุจูŽุฑูŽุฑูŽุฉู ุงู’ู„ุฃูŽุฎู’ูŠูŽุงุฑูุŒ ูˆูŽุณูŽู„ูู‘ู…ู’ ุชูŽุณู’ู„ููŠู’ู…ู‹ุง ูƒูŽุซููŠู’ุฑู‹ุง Saudara-saudara kaum muslimin dan muslimat yang berbahagia marilah kita senantiasa bertaqwa kepada allah dengan sebenar-benarnya taat menjalankan semua perintah allah dan berusaha menjauhi semua larangan larangannya,baik dalam keadaan susah atau gembira ,lapang atau dalam kesempitan,dan dalam keadaan ramai atu sepi ,sebab taqwa dalah kewajiban bagi setiap umat islam yang tak boleh di tunda-tunda ,melainkan harus di laksanakan seketika dan seterusnya selama kita masih hidup Saudara-saudara Kaum Muslimin Yang Berbahagia tadi malam ,semalam suntuk ketika semua telah mengumandangkan takbir ,tahmid dan tasbih,dalam menyongsong datangnya hari yang sangat mulia ,yaitu hari raya idul adha atau hari raya qurban .allah telah mengangkat dan mengagungkan hri raya idul adha ini dengan melahirkannya sebagai hari raya ibadah haji yang hari ini semua orang yang menjalankan ibadah haji berkumpul menjadi satu di tanah mina perlu menyempurnakan ibadah hajinya dan ber taqarub atau mendekatkan diri kepada allah dengan menyembelih binatang kurban serta mengeraskan suara seraya berdoa dan memuji kepada allah mereka menghidupkan sunah nabi ibrahim dengan menyembelih binatang kurban di hari yang suci dan mulia ini. sebagai mana kita ketahui bahwa di syariatkanya menyembelih qurban pada hari raya idul adha ini adalah untuk mengenang kembali peristiwa yang terjadi pada nabi ibrahim untuk mengetahui berapa tingkat keyakinan dan ke imanan nabi ibrahim,allah telah memberikan wahyu kepadanya agar menyembelih anaknya yang bernama nabi ismail putra yang sangat di sayanginya dan menjadi buah hati selama ini teryata harus di sembelih dengan tangannya sendiri betapa pilu rasa hatinya bila teringat perintah penyembelihan terhadap anaknya ini ,namun apa boleh dikata,kecintaan kepada allah tidak boleh di kalahkan dengan kecintaan kepada anak perintah allah untuk menyembelih anaknya harus di laksanakan meskipun dengan hati yang amat berat. ismail putranya lalu di panggil dan di beritahu mengenai perintah allah itu ternyata nabi ismail bukanya merasa susah dan khawatir melainkan justru bersemngat mendorong ayahnya yaitu nabi ibrahim untuk melaksanakan apa yang telah di perintahkan allah ,disini nabi ismail telah pasrah menyerahkan semua yang bakal terjadi atas dirinya kepada allah begitu pula nabi ibrahim pun akhirnya menjadi mantap dan ikhlas semurni-murninya melaksanakn perintah allah dengan menyembelih ismail putranya yang tercinta ,di mina. Allah berfrman dalam surat ash shaffaat ayat 102 ุง ุจู†ูŠ ุฅู†ูŠ ุงุฑู‰ ููŠ ุงู„ู…ู†ุงู… ุฃู†ูŠ ุงุฐุจุญูƒ ูุงู†ุธุฑ ู…ุงุฐุง ุชุฑู‰ Wahai anakku, sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu, maka pikirkanlah apa pendapatmu. Maksudnya adalah Nabi Ibrahim meminta pendapat Nabi Ismail, bagaimana pendapat Nabi Ismail menyikapi mimpi tersebut. Mimpi seorang nabi adalah haq dan benar, apakah Nabi Ismail bisa bersabar atau ia meminta maaf sebelum dilaksanakan penyembelihan. Ini merupakan ujian yang diberikan dari Nabi Ibrahim kepada Nabi Ismail, apakah Nabi Ismail bisa taat dan tunduk ataukan sebaliknya. Nabi Ismail pun menjawab sesuai yang termaktub dalam Al-Qurโ€™an Surat Ash-Shoffat penggalan ayat 102 ูŠุง ุฃุจุช ุงูุนู„ ู…ุง ุชุคู…ุฑ ุณุชุฌุฏู†ูŠ ุงู† ุดุงุก ุงู„ู„ู‡ ู…ู† ุงู„ุตุงุจุฑูŠู† Wahai ayahku, lakukan apa yang diperintahkan kepadamu, Insyaโ€™allah engkau akan menemuiku termasuk orang-orang yang sabar Ketika Nabi Ibrahim mendengarnya, beliau menyadari bahwa Allah telah mengabulkan doโ€™anya, sesuai yang termaktub dalam Surat Ash-Shoffat ayat 100 Saudara kaum muslimin dan muslimat yang berbahagia Berkat keteguhan dan keiklasan nabi ibrahim di dalam melaksanakan perintah allah inilah maka pisau yang di gunakan menyembelih ini ternyata tidk mempan meskipun telah di lakukan berkali-kali lalu allah mengutus malikat jibril menggantikan ismail dengan domba dari surga domba itu lalu di sembelih dan di bagikan dagingnya kepada fakir miskin. oleh sebab itu mengambil ibarat dari peristiwa ini kaum muslimin di syariatkan untuk mengikuti jejak nabi ibrahim yang telah iklas lahir dan batin mengorbankan anaknya sehingga allah menggantinya dengan domba dari surga. Kini hari raya qurban telah tiba .maka bagi kaum muslimin yang telah kuasa menyembelih qurban hendaklah melaksanaknnya tanpa ragu-ragu sebagai usaha untuk bertaqarub atau mendekatkan diri kepada allah di samping itu dengan melaksanakan qurban ini kita bisa ikut membahagiakan kepada fakir miskin yang kehidupanya seba kekurangan setiap sudah barang tertentu hal ini akan memberi kesan yang baik kepada golongan fakir miskin sehingg hilanglah jurang pemisah antara si miskin dan sikaya yang akhirnya kedua golongan ini akan hidup berdampingan dengan penuh persaudaraan dan salingtolong menolong. didalam sebuah hadits yang bersumber dari ibnu abbas rasul telah bersabda Tidak ada amal dari keturunanan anak adam pada hari qurban yang lebih di senangi oleh allah daripada mengalirkan darah qurban karena sesungguhnya hewan yang dijadikan qurban itunpasti datang pada hari kiamat dalam keadaan sempurna dengan tanduk-tanduknya kuku-kunya dan bulu-bulunya dan sesungguhnya darah itu akan jatuh dari allah pada suatu tempat sebelum menetes ke bumi,maka bersihkannlah jiwa kalian dengan qurban. Yang dimaksud hadits di atas ialah amal yng apling di cintai allah pada hari qurban adalah menyembelih kurban .pahala kurban itu akan diterima allah sebelum darah kurban menetes pahala semulia itu bisa diperoleh jika kita mau melaksanakanya dan iklas ,tanpa di campuri dengan maksud-maksud lain kecuali hanya karena allah semata. Saudara Kaum Muslimin Yang Berbahagia Dalam kesempatan ini kami mengajak kepada semua kaum muslimin yang telah mampu kita laksanakan perintah allah ini dengan penuh hilangkan keraguan mengenai janji allah kepada orang yang mau berkurkan bahwa allah pasti bakal membalas yang lebih banyak dan lebih besar daripada apa yang telah kita kurbankan. Sekarang ini masih ada kesempatan untuk waktu menyembelih kurban adalah dimulai setelah selesai mengerjakan shalat hari raya idul adha hinga tiga hari sesudahnya yaitu sampai habisnya hari tasriq tanggal 13 dzulhijah maka marilah saudara kaum muslimin kita berkurban dengan menyembelih domba menurut kemampuan kita masing masing janganlah mengingkari perintah allah yang mulia kalau kita tidak ingin di cap sebagai orang bakhil orang yang hany a mementingkan kepentingan peribadi tanpa menghiraukan nasib saudara saudara kita yang miskin sedikit banyak daging kurban yang kita bagi bagikan kepada mereka akan memberi kelegaan hati mereka dan mengurangi beban mereka di dalam menyongsong hari raya daha yang mulia ini. Saudara Kaum Muslimin Yang Bahagia Kalau kita renungkan secara dalam dalam ternyata perintah berqurban ini mengandung suatu pelajaran bahwa untuk memperoleh keridoan dari allah itu perlu pengorbanan sebagai mana yang terjadi pada nabi ibrahim beliau memperoleh kedudukan begitu tinggi disisi allah lantaran beliau telah iklas mau mau mengorbankan anaknya yang bernama ismail dengan seekor domba dari surga. Begitu pula kalau kita mau memeperoleh keridoan allah menghasilkan cicta cita yang mulia dan memperoleh kejayaan sudah barang tentu harus berani berkorban mengorbankan harta tenaga pikiran waktu dan bahkan jiwa sekalipun Kita tidak mungkin bisa melaksanakan ibadah haji kalau kita tidak berani mengorbankan harta benda untuk perongkosan haji kita tidak mungkin dihormati oleh masarakat jika kita berani mengorbankan tenaga pikiran dan waktu untuk meladeni kebutuhan mereka seperti halnya yang telah banyak dilakukan oleh para ulama dan juga agama islam tidajnmungkin akan bisa jaya sampai sekarang kalau para pejuang dahulu tidak berani mengorbankan harta tenaga jiwa dalam memerangi orang kafir yang sombong Demikianlah khutbah idul adha yang dapat kita petik dari perintah berkurban setiap tanggal 10 dzulhijah semoga kita yang belum bisa berkorban pada tahun ini bisa mengeluarkan kurban pada tahun mendang KHUTBAH KEDUA IDUL ADHA ุงูŽู„ู’ุญูŽู…ู’ุฏู ูู„ู„ู‡ู ู…ูุนููŠู’ุฏู ุงู„ู’ุฌูŽู…ููŠู’ุนู ูˆูŽุงู’ู„ุฃูŽุนู’ูŠูŽุงุฏูุŒ ุฑูŽุงููุนู ุงู„ุณู‘ูŽู…ูˆูŽุงุชู ุจูุบูŽูŠู’ุฑู ุนูŽู…ูŽุฏู ุชูŽุฑูŽูˆู’ู†ูŽู‡ูŽุง ูˆูŽุจูŽุงุณูุทู ุงู’ู„ุฃูŽุฑู’ุถู ูˆูŽู…ูุฑู’ุณููŠู’ู‡ูŽุง ุจูุงู’ู„ุฃูŽุทู’ูˆูŽุงุฏูุŒ ุฃูŽุญู’ู…ูŽุฏูู‡ู ุณูุจู’ุญูŽุงู†ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽู‰ ู†ูุนูŽู…ูู‡ู ุงู„ู‘ูŽุชูู‰ู’ ู„ุงูŽูŠูุญู’ุตูŽู‰ ู„ูŽู‡ูŽุง ุชูŽุนู’ุฏูŽุงุฏูŒ ูˆูŽุฃูŽุดู’ูƒูุฑูู‡ู ูˆูŽุจูุงู„ุดู‘ููƒู’ุฑู ุชูŽุญู’ู„ููˆู’ุงู„ู†ูู‘ุนูŽู…ู ูˆูŽุชูŽุฒู’ุฏูŽุงุฏูุŒ ูˆูŽุฃูŽุดู’ู‡ูŽุฏู ุฃูŽู†ู’ ู„ุงูŽุงูู„ู‡ูŽ ุงูู„ุงู‘ูŽุงู„ู„ู‡ู ูˆูŽุญู’ุฏูŽู‡ู ู„ุงูŽุดูŽุฑููŠู’ูƒูŽ ู„ูŽู‡ู ุดูŽู‡ูŽุงุฏูŽุฉู‹ ุฃูุนูุฏู‘ูู‡ูŽุง ู„ูŽูŠูŽูˆู’ู…ู ุงู„ุชู‘ูŽู†ูŽุงุฏูุŒ ูˆูŽุฃูŽุดู’ู‡ูŽุฏู ุฃูŽู†ู‘ูŽ ู…ูุญูŽู…ู‘ูŽุฏู‹ุง ุนูŽุจู’ุฏูู‡ู ูˆูŽุฑูŽุณููˆู’ู„ูู‡ู ุงู„ู’ู‡ูŽุงุฏููŠู’ ุฅูู„ูŽู‰ ุณูŽุจููŠู’ู„ู ุงู„ุฑู‘ูŽุดูŽุงุฏูุŒ ุงู„ุฏู‘ูŽุงุนูู‰ ุฅูู„ูŽู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽู‰ ุจูŽุตููŠู’ุฑูŽุฉู ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ุฏูŽุงู†ูŽุชู’ ู„ูุฏูŽุนู’ูˆูŽุชูู‡ู ุงู„ู’ุนูุจูŽุงุฏู. ุงูŽู„ู„ู‡ูู…ู‘ูŽ ุตูŽู„ูู‘ ุนูŽู„ูŽู‰ ู…ูุญูŽู…ู‘ูŽุฏู ูˆูŽุนูŽู„ูŽู‰ ุขู„ูู‡ู ูˆูŽุงูŽุตู’ุญูŽุงุจูู‡ู ุงู„ู’ุจูŽุฑูŽุฑูŽุฉู ุงู’ู„ุฃูŽู…ู’ุฌูŽุงุฏูุŒ ูˆูŽุณูŽู„ูู‘ู…ู’ ุชูŽุณู’ู„ููŠู’ู…ู‹ุง ูƒูŽุซู’ูŠู’ุฑู‹ุง. Pujian serta sanjungan hanya bagi Allah, yang telah meninggikan langit dan menghamparkan bumi serta mengukuhkannya dengan gunung-gunung yang dipancangkan. Saya panjatkan puji kepada Allah Yang Maha Suci atas karunia nikmat-Nya yang tidak terhingga dan tidak terbilang banyaknya. Saya panjatkan rasa syukur kepada-Nya, karena dengan syukur itu Allah akan menambah nikmat-Nya. Saya bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah Yang Maha Esa. Dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah Rasul Allah, yang menuntun jalan lurus dan menyeru kepada Allah dengan pendekatan yang baik dan bijak, sehingga beroleh sambutan dari hamba-hamba Allah. Ya Allah, limpahkanlah shalawat dan salam kepada Nabi Muhammad SAW, beserta keluarga dan para sahabatnya yang baik dan mulia. Wahai hamba-hamba Allah, bertaqwalah kepada Allah, dan ketahuilah bahwa kebahagiaan itu bukan bagi orang yang menyambut hari raya dengan pakaian baru, berkendaraan mewah dan dilayani seorang hamba. Tetapi, kebahagiaan adalah bagi orang yang bertaqwa kepada Allah sepanjang hidupnya, sehingga memperoleh kebaikan di surga yang kenikmatannya tidak akan pernah sirna dan tidak dibatasi oleh waktu, dan selamat dari neraka yang sangat panas, makanannya berupa racun, minumannya darab berecampur nanah dan pakaiannya dari besi. Maka bertaqwalah kepada Allah, wahai hamba-hamba Allah, dengan melaksanakan perintah-perintahNya. Dirikanlah shalat, tunaikan zakat, kerjakan yang ma'ruf dan cegahlah kemungkaran, demikianlah yang semestinya dilakukan oleh seorang hamba. Ketahuilah bahwa Allah SWT memerintahkan kepada kamu dengan perintah yang harus dimulai diri sendiri, seraya berfirman ุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ ูˆูŽู…ูŽู„ุงุฆููƒูŽุชูŽู‡ู ูŠูุตูŽู„ู‘ููˆู†ูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠูู‘ ูŠูŽุง ุฃูŽูŠู‘ูู‡ูŽุง ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ุขู…ูŽู†ููˆุง ุตูŽู„ู‘ููˆุง ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ูู‘ู…ููˆุง ุชูŽุณู’ู„ููŠู…ู‹ุง Artinya Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya. QS. Al-Ahzab 56 Ya Allah, limpahkanlah shalawat dan salam kepada Nabi Muhammad SAW, hamba dan Rasul-Mu dari Bani Hasyim yang jujur. Dan ridhailah ya Allah, empat orang khalifah yang paling patuh kepada-Mu yakni Abu Bakar, Umar, Usman, Ali dan sleuruh sahabat yang jujur dan menepati janji. Demikian pula para Tabi'in dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik. Demikian juga, kami bersama mereka mengharapkan rampunan-Mu, kemuliaan dari-Mu dan kebaikan-Mu, wahai Pemberi Pahala dan Pengampunan. Ya Allah, muliakanlah Islam dan kaum muslimim, campakkanlah ahli syirik dan kemusyrikan, kekalkanlah para penegak agama Islam. Jadikanlah Negara ini aman dan tenteram, demikian pula seluruh negeri Islam. Ya Allah, tegakkanlah bendera jihad dan tenggelamkanlah ahli syirik dan perusak. Limpahkanlah seluruh rahmat-Mu kepada seluruh hamba, ya Allah Pemilik dunia dan akhirat sebagai tempat kembali. ุนูุจูŽุงุฏูŽุงู„ู„ู‡ูุŒ ุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ู„ู‡ูŽ ูŠูŽุฃู’ู…ูุฑูุจูุงู„ู’ุนูŽุฏู’ู„ู ูˆูŽุงู’ู„ุฅูุญู’ุณูŽุงู†ู ูˆูŽุฅููŠู’ุชูŽุงุกูุฐูู‰ ุงู„ู’ู‚ูุฑู’ุจูŽู‰ุŒ ูˆูŽูŠูŽู†ู’ู‡ูŽู‰ ุนูŽู†ู ุงู„ู’ููŽุญู’ุดูŽุงุกู ูˆูŽุงู„ู’ู…ูู†ู’ูƒูŽุฑู ูˆูŽุงู„ู’ุจูŽุบูŽูŠู’ุŒ ูŠูŽุนุธููƒูู…ู’ ู„ูŽุนูŽู„ู‘ูŽูƒูู…ู’ ุชูŽุฐูŽูƒู‘ูŽุฑููˆู’ู†ูŽุŒ ูˆูŽุฃูŽูˆู’ูููˆู’ุง ุจูุนูŽู‡ู’ุฏูุงู„ู„ู‡ู ุฅูุฐูŽุงุนูŽุงู‡ูŽุฏู’ุชูู…ู’ุŒ ูˆูŽู„ุงูŽุชูŽู†ู’ู‚ูุถููˆู’ุง ุงู’ู„ุฃูŽูŠู’ู…ูŽุงู†ูŽ ุจูŽุนู’ุฏูŽ ุชูŽูˆู’ูƒููŠู’ุฏูู‡ูŽุงุŒ ูˆูŽู‚ูŽุฏู’ุฌูŽุนูŽู„ู’ุชูู…ู ุงู„ู„ู‡ูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูู…ู’ ูƒูŽูููŠู’ู„ุงู‹ุŒ ุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ู„ู‡ูŽ ูŠูŽุนู’ู„ูŽู…ู ู…ูŽุงุชูŽูู’ุนูŽู„ููˆู’ู†ูŽุŒ ููŽุงุฐู’ูƒูุฑููˆุง ุงู„ู„ู‡ูŽ ุงู„ู’ุนูŽุธููŠู’ู…ู ุงู„ู’ุฌูŽู„ููŠู’ู„ูŽ ูŠูŽุฏู’ูƒูุฑู’ูƒูู…ู’ุŒ ูˆูŽุงุดู’ูƒูุฑููˆู’ู‡ู ุนูŽู„ูŽู‰ ู†ูŽุนูŽู…ูู‡ู ูŠูŽุฒูุฏู’ูƒูู…ู’ ูˆูŽู„ูŽุฐููƒู’ุฑูุงู„ู„ู‡ู ุฃูŽูƒู’ุจูŽุฑูุŒ ูˆูŽุงู„ู„ู‡ู ูŠูŽุนู’ู„ูŽู…ู ู…ูŽุงุชูŽุตู’ู†ูŽุนููˆู’ู†ูŽ

khutbah hari raya idul adha 2017